Bahasa

Minggu, 10 April 2011

Dampak Tsunami dan Kerugiannya

Kerugian Tsunami Jepang Sekitar Rp. 1500 Triliun

Senin, 14 Maret 2011 | 15:46 WIB


AP/Kyodo News

TEMPO Interaktif, Tokyo - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pernah menghitung kerugian akibat gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam mencapai US$ 4-4,5 miliar atau sekitar Rp. 36 triliun. Lalu, berapa kerugian tsunami Jepang?
Berita terkait

Sebuah Bank Investasi terkemuka dunia Credit Suisss mencatat kerugian ekonomi regional akibat bencana di Jepang bisa mencapai US$ 171 - 183 miliar atau lebih dari Rp. 1500 triliun. Ini berati ratusan kali lipat dari musibah serupa di Indonesia pada 2004 lalu. Atau melibihi produk domestik bruto Indonesia selama satu tahun.

Pemimpin Credit Suisse Hiromichi Shikawa mengatakan bencana Jepang bisa mempengaruhi ekomoni regional di Asia Timur. "Sekitar 40 persen,"katanya hari ini.

Namun Shirakawa mengatakan kerugian infrastuktur di Jepang diperkirakan jauh lebih rendah lantaran tidak ada bangunan yang runtuh di pusat gempa.

Gempa dan Tsunami Jepang, Kerugian Mencapai Rp2.693 Triliun
10:10, 24/03/2011

Gempa bumi dan tsunami yang melumpuhkan kawasan timur laut Jepang pada 11 Maret lalu tercatat sebagai bencana paling merugikan.

Musibah yang merenggut sedikitnya 9.408 nyawa itu dua kali lipat lebih merugikan dibanding Gempa Kobe pada 1995 lalu. Bahkan, lebih merugikan ketimbang Badai Katrina yang meluluhlantakkan New Orleans pada 2005 lalu.
Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang, Naoto Kan merilis estimasi kerugian Jepang akibat gempa dan tsunami. Diperkirakan, nilai nominal kerugian Negeri Sakura itu diperkirakan mencapai 25 triliun yen atau sekitar Rp2.693
triliun. Jumlahnya pun akan bertambah, jika krisis nuklir yang merusakan sistem pendingin pada reaktor Fukushima Daiichi tak segera berakhir.

“Kerugian pemerintah Jepang akibat gempa dan tsunami akan menjadi yang paling besar di dunia. Tak ada bencana lain yang lebih merugikan daripada kejadian ini,” ujar Susumu Kato dari Credit Agricole.
Dia yakin, bencana alam yang memaksa sejumlah pabrik otomotif menghentikan produksinya itu bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jepang.

Dalam pernyataan resminya, Bank Dunia menuliskan bahwa Jepang akan membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk bangkit kembali.

Tapi, pemerintahan Kan berusaha keras segera mengembalikan kepercayaan investor ke negerinya. Beberapa waktu lalu, Bank Sentral Jepang menggelontorkan dana sebesar 40 triliun yen atau sekitar Rp4.313 triliun ke sektor finansial untuk mengembalikan gairah pasar. (afp/rtr/hep/jpnn)

http://www.hariansumutpos.com/2011/03/2587/gempa-dan-tsunami-jepang-kerugian-mencapai-rp2-693-triliun.htm

Tidak ada komentar: