Header

Header

Sabtu, 14 April 2018

Silaturahmi PKBL PT SI dengan Persatuan Warteg Nusantara


Silaturahmi PKBL PT SI dengan Persatuan Warteg Nusantara


Sekitar 40 mitra binaan Usaha Modal Kecil dan Menengah (UMKM)  PT Surveyor Indonesia (persero) yang tergabung dalam Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) hadir dalam acara silaturahmi yang diadakan di Graha Surveyor Indonesia lantai 4.  Kowantara adalah perkumpulan anggota yang terdiri dari Usaha Modal Kecil dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta (nasi warteg, tukang bubur, tukang ketroprak, tukang baso dll) yang telah bekerjasama dengan PKBL PTSI berupa pemberian permodalan jangka panjang periode tahun 2013 sampai dengan tahun 2015.
Silaturahmi diawali dengan sosialisasi Visi Misi dan Nilai-nilai PT Surveyor Indonesia (Persero) oleh Tim PKBL kepada peserta yang hadir.   Karena keterbatasan tempat, acara diadakan selama 2 hari dengan peserta yang berbeda  dan hadir membuka acara adalah Arief Wardhana, Kepala Unit PKBL PT SI dan Mukroni Ketua Koperasi Warteg Nusantara.
Arief Wardhana dalam sambutannya menyampaikan PT SI  sebagai agen pemerintah memiliki kewajiban membantu pelaku UMKM dengan pemberian pinjaman. Dengan jasa administrasi yang sangat ringan, tujuannya agar dana tersebut dapat dipakai untuk meningkatkan skala usaha para UMKM,”  PKBL PTSI memiliki tanggung jawab moril kepada pemerintah, untuk memastikan modal yang diberikan tetap sasaran dan penerima pinjaman bisa mengembangkan usahanya, jelasnya.
Selain silaturahmi, acara diisi dengan kegiatan dialog persoalan para Mitra Binaan terkait kewajiban membayar angsuran serta rekonsiliasi terhadap angsuran kurang lancar Mitra Binaan tersebut.  (Humas/Sn)
Sumber : http://www.bumn.go.id/ptsi/berita/1-Silaturahmi-PKBL-PT-SI-dengan-Persatuan-Warteg-Nusantara-

Selasa, 03 April 2018

Jalur Sereal Padi-Padian Versus Jalur Sutera

Gambar Peta Ditarik Dari Nusantara Akan membentuk Jalur Sereal Padi-Padian
 Dari Nusantara Ke India




لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan:) “Makanlah dari rizki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr”. [Saba’/34:15].

Indonesia Swasembada Beras di Tahun 1984

Pada masa itu, diselenggarakan Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989). Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25,8 juta ton. Hasilnya Indonesia berhasil swasembada beras. Kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO(Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia.



Ada beberapa negara yang mampu menghasilkan komoditas ini dalam jumlah besar. Maka tak heran, negara ini pun menjadi eksportir terbesar untuk beras., dan ternyata negara-negar pengekspor beras didominasi negara-negara Asia

8. Uruguay
Jumlah beras diekspor: 1.050 ton

7. Kamboja
Jumlah beras diekspor: 1.400 ton






6. Burma
Jumlah beras diekspor: 1.350 ton

5. Amerika Serikat
Jumlah beras diekspor: 1.550 ton

4. Pakistan
Jumlah beras diekspor: 1.850 ton

3. Vietnam
Jumlah beras diekspor: 1.900 ton

2. Thailand
Jumlah beras diekspor: 2.871 ton

1. India
Jumlah beras diekspor: 5.000 ton
  
Sumber : Liputan 6

Jalur Sereal Padi-padian (pertanian) bisa digalakan dan motori dari Nusantara untuk berkompetisi dengan jalur sutra (perdagangan) yang digalakan oleh Tiongkok ? wallahu a'lam bishowab