Header

Header

Rabu, 29 Juni 2011

Komunitas Warteg dan Konversi ke LPG

Kamis, 23 Juni 2011 pukul 08:11:00

Pengusaha Warteg Tolak Kenaikan LPG

Citra Listya Rini

JAKARTA - Pengusaha rumah makan warung tegal (warteg) menolak rencana kenaikan harga jual LPG kemasan tabung 12 kilogram (kg). Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni seusai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (22/6).

"Kami protes dan menolak kalau harga LPG 12 kg naik," kata Mukroni. Kenaikan tersebut, menurutnya, akan berdampak pada sekitar 30 ribu warteg yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dari 30 ribu warteg tersebut, Mukroni mengungkapkan, hanya 10 persen yang menggunakan LPG 12 kg. "Karena 90 persen warteg itu menggunakan LPG kemasan tiga kilogram," ujar Mukroni.

Masih sedikitnya warteg yang menggunakan LPG 12 Kg, diakui Mukroni, karena harganya yang mahal. Namun, dia mengutarakan, jika LPG kemasan 12 kg diberikan subsidi, komunitas warteg akan menggunakannya.

PT Pertamina (Persero) tengah melakukan kajian untuk kembali mengevaluasi harga jual LPG nonsubsidi yang terdiri atas LPG 12 kg, 50 kg, dan bulk. Terakhir kali Pertamina menaikkan harga LPG 12 kg pada 6 Februari 2010, dari Rp 5.850 per kg menjadi Rp 5.950 per kg.

Sejak itu, Pertamina belum pernah lagi menaikkan harga LPG 12 kg. Pertamina memperkirakan hingga akhir tahun ini akan mengalami kerugian sekitar Rp 4,7 triliun bila tidak ada penyesuaian harga jual LPG 12 kg.

Menanggapi masukan dari komunitas warteg se-Jabodetabek, pimpinan rapat Komisi VII DPR RI Zainudin Amali mengatakan akan menindaklanjutinya. "Kami menampung pendapat Saudara (komunitas warteg) dan akan disampaikan dalam rapat dengan pemerintah dan Pertamina," ujarnya.

Hingga saat ini, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Ke uangan masih mema tangkan rencana kenaikan harga jual LPG ini. Dalam waktu dua hari ke depan konsep akhir ke naikan LPG bisa diselesaikan.

ed: nidia zuraya

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/0/137578/Pengusaha_Warteg_Tolak_Kenaikan_LPG

Chump2 (kaskuser) - 07/06/2011 08:15 PM

DPR Awasi Konversi Minyak Tanah ke Gas

"Jakarta - ketua Panitia Kerja konversi minyak tanah ke gas LPG DPR Zainudin Amali menegaskan DPR akan terus mengawasi program tersebut agar bisa dilaksanakan oleh pemerintah sampai tuntas karena bisa menghemat keuangan negara hingga Rp33,3 triliun.

"Komisi VII telah membentuk panja konversi minyak tanah ke LPG untuk mengawasi jalannya kebijakan ini hingga tuntas," kata Zainuddin Amali saat seminar "Rekam Jejak Perjalanan Program Minyak Tanah ke LPG Menuju Ketahanan Energi" di Jakarta, Selasa.

Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Ketua Komunitas Warteg, Kalimatun Sawa, serta Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo.

Lebih lanjut Zainudin menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang telah lama terbiasa menggunakan minyak tanah.

Hingga saat ini dalam hitungan yang ada konversi minyak tanah ke LPG tersebut setidaknya telah bisa menghemat dana subsidi hingga Rp33,3 triliun per tahun. Konversi sudah bisa dilaksanakan di 28 provinsi di Indonesia.

"Untuk sosialisasinya memang menjadi tanggung jawab pemerintah, namun pada kenyataannya PT Pertamina yang menjalankan sosialisasi tersebut sehingga jika ada masalah masyarakat langsung menunjuk PT Pertamina," kata Zainudin.

Karena itu, tambah Zainudin, panja mendorong pemerintah yang bertanggung jawab atas program ini untuk langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.

Sementara itu Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengatakan, pemerintah memiliki target ketahanan energi hingga tahun 2025 dengan melakukan diversifikasi energi.

"Program konversi minyak tanah ke LPG ini salah satu poin utama diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sehingga tercapai ketahanan energi nasional," kata Saryono.(*)"

SUMBER:"http://www.antaranews.com/berit a/261920/dpr-awasi-konversi-min yak-tanah-ke-gas"

Sumber :
http://m.kaskus.us/thread/9022305

Daerah terpencil masih dapat jatah minyak tanah

Daerah terpencil masih dapat jatah minyak tanah

Oleh Vega Aulia Pradipta

Published On: 07 June 2011

JAKARTA : Pemerintah memastikan tetap akan menyediakan minyak tanah bersubsidi untuk wilayah Indonesia Timur terutama di daerah terpencil, mengingat keterbatasan infrastruktur penyediaan gas elpoji 3 kilogram di wilayah itu.

Direktur Hilir Migas pada Ditjen Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwijoyo mengatakan dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg, pemerintah menargetkan adanya pengurangan konsumsi minyak tanah dari yang sebelumnya 9,9 juta KL menjadi 2 juta KL.

Jumlah minyak tanah sebesar 2 juta KL tersebut akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Untuk Indonesia Timur akan tetap dipertimbangkan program konversi untuk kota-kota besarnya seperti Ambon dan Sorong. Kalau yang agak remote itu pembangunan infrastrukturnya agak sulit, jadi mungkin itu akan tetap diberi minyak tanah bersubsidi yang besarnya sekitar 2 juta KL atau 2,1 juta KL,” ujarnya dalam Seminar Nasional Konversi Minyak Tanah ke LPG hari ini.

Sejak program konversi digulirkan pada 2007, pemerintah menargetkan pendistribusian paket perdana tabung gas 3 kg sebanyak 42 juta.

Namun seiring dengan pertumbuhan penduduk, sekarang target itu menjadi 52,9 juta paket yang diperkirakan selesai pada 2011-2012. Hingga akhir April 2011, paket yang sudah didistribusikan sekitar 49 juta.

“Rencananya 52,9 juta, mudah-mudahan itu tercapai. Target pendistribusian selesai pada 2011 atau 2012 awal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni mengatakan program konversi ini sangat bermanfaat bagi kalangan pengusaha warteg dan pedagang makanan lokal lainnya. Komunitas Warteg Kalimatun Sawa mewadahi sekitar 25.000 pengusaha warteg dan penjual makanan seperti empek-empek, bubur ayam dan pecel lele di wilayah Jabodetabek. (arh)

Sumber:
http://www.bisnis.com/infrastruktur/energi/26305-daerah-terpencil-masih-dapat-jatah-minyak-tanah

Pemerintah Didesak Secepatnya Atasi Dugaan Kecurangan Agen LPG

Fajar Sudrajat

Jakarta - Perwakilan pengusaha warteg meminta pemerintah untuk segera mengatasi dugaan kecurangan agen LPG yang mengurangi isi gas sehingga cepat habis dari masa pakai seharusnya.

Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni telah mewakili pengusaha warteg yang mengeluhkan isi gas dalam LPG cepat habis.

"Mungkin kadang kala kok dipakai cepat abis,” katanya di Jakarta di Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Dia telah mengatakan pengusaha warteg juga menginginkan pemerintah agar membuat standar yang jelas dan menyalurkan LPG dengan benar.

Ia mengakui pengelola warteg bisa meraup keuntungan lebih banyak dengan menggunakan LPG 3 kilogram dibanding jika mereka masih memakai minyak tanah.

Ia menjelaskan memasak menggunakan LPG 3 kg biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah. "Apabila beli minyak tanah 6 liter bisa mencapai Rp 36.000, (sedangkan bila) menggunakan LPG 3 kg bisa hemat separuhnya,” katanya.

Tak hanya pengusaha warteg, LPG juga membuat pemerintah bisa menghemat anggaran negara.
Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saryono mengatakan penghematan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg pada April mencapai Rp 6,7 triliun.

"Sedangkan akumulasi penghematan (bersih) konversi mitan ke LPG dari 2007 hingga 30 April 2011 mencapai Rp 33,3 triliun," katanya.

(wln/wln)
Sumber :
http://m.today.co.id/index.php?kategori=ekonomi&sub=energi&detail=36895

DPR Awasi Konversi Minyak Tanah ke Gas

Selasa, 7 Juni 2011 19:42 WIB | Dibaca 892 kali

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Panitia Kerja konversi minyak tanah ke gas LPG DPR Zainudin Amali menegaskan DPR akan terus mengawasi program tersebut agar bisa dilaksanakan oleh pemerintah sampai tuntas karena bisa menghemat keuangan negara hingga Rp33,3 triliun.

"Komisi VII telah membentuk panja konversi minyak tanah ke LPG untuk mengawasi jalannya kebijakan ini hingga tuntas," kata Zainuddin Amali saat seminar "Rekam Jejak Perjalanan Program Minyak Tanah ke LPG Menuju Ketahanan Energi" di Jakarta, Selasa.

Seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Ketua Komunitas Warteg, Kalimatun Sawa, serta Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo.

Lebih lanjut Zainudin menjelaskan bahwa tidak mudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang telah lama terbiasa menggunakan minyak tanah.

Hingga saat ini dalam hitungan yang ada konversi minyak tanah ke LPG tersebut setidaknya telah bisa menghemat dana subsidi hingga Rp33,3 triliun per tahun. Konversi sudah bisa dilaksanakan di 28 provinsi di Indonesia.

"Untuk sosialisasinya memang menjadi tanggung jawab pemerintah, namun pada kenyataannya PT Pertamina yang menjalankan sosialisasi tersebut sehingga jika ada masalah masyarakat langsung menunjuk PT Pertamina," kata Zainudin.

Karena itu, tambah Zainudin, panja mendorong pemerintah yang bertanggung jawab atas program ini untuk langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.

Sementara itu Direktur Hilir Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengatakan, pemerintah memiliki target ketahanan energi hingga tahun 2025 dengan melakukan diversifikasi energi.

"Program konversi minyak tanah ke LPG ini salah satu poin utama diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sehingga tercapai ketahanan energi nasional," kata Saryono.(*)
(T.J004/S024)

SUMBER :
http://m.antaranews.com/berita/261920/dpr-awasi-konversi-minyak-tanah-ke-gas

Detikforum > Komunitas > Berita Sekitar

Penggunaan LPG Subsidi Mencapai Rp 45,3 Triliun

12:10 8th June 2011

JAKARTA-Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) di Indonesia sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan industri masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga.

Misalnya di Malaysia, penduduknya sudah mengonsumsi LPG sekitar 5 persen dari jumlah penduduk. Sementara penduduk di Indonesia pada tahun 2007, sebelum dilakukan konversi minyak tanah (mitan) ke LPG baru sekitar 0,5 persen yang mengkonsumsi LPG.

Seperti yang diketahui, sebagian besar energi yang digunakan oleh rumah tangga di Indonesia saat ini adalah minyak tanah. Penggunaan minyak tanah sebagai sumber energi untuk rumah tangga atau industri kecil, yang masih perlu mendapatkan subsidi, lebih kurang 12 juta kiloliter per tahun.

Konversi terus dilakukan karena pada awalnya pemerintah menyadari kebutuhan minyak tanah terus meningkat. PT. Pertamina Persero sebagai operator juga menyadari dan mendukung pemerintah terkait beban subsidi yang ditanggung. Sosialisasi secara resmi dari pemerintah akan membantu mendorong secara signifikan peningkatan konsumsi LPG. Bagaimana Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-LPG Menuju Ketahanan Energi Nasional?

Program konversi minyak tanah ke tabung gas LPG 3 kg ternyata membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang suka memasak, tabung LPG 3 kg memberikan kepraktisan dan keefisienan bagi mereka.

Memasak makanan dengan LPG tidak membuat makanan menjadi bau seperti memasak dengan minyak tanah. “Sangat banyak manfaatnya, masakan tidak bau,” ujar pengusaha warteg dalam seminar Rekam Jejak Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-LPG Menuju Ketahanan Energi Nasional di Jakarta.

Bagi pengusaha warteg, penggunaan LPG membuat mereka tidak lagi harus menunggu tukang minyak tanah untuk memasak. Usaha warteg yang dilakukannya tidak perlu terhalang tidak adanya minyak tanah.

Manfaat lainnya yang diperoleh, anak-anak yang bantu jualan sekarang bersih-bersih, bisa berhias diri, tidak lagi megang minyak. Suami istri juga harmonis, menjadi lebih mesra karena rumahnya tidak bau lagi.

Dari segi biaya, warteg pun juga mendapat keuntungan dari konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg. Bila sebelumnya memasak membutuhkan 6 liter minyak tanah. Itu sama dengan kebutuhan satu tabung LPG 3 kg.

Harga minyak tanah seliter mencapai sekitar Rp6.000. Maka untuk kebutuhan memasak membutuhkan Rp 36 ribu untuk minyak tanah. Bandingkan dengan harga tabung LPG 3 kg yang sekitar Rp13-18 ribu, jadi ini kita bisa menghemat hampir separuhnya.

Penghematan bagi anggaran dan subsidi negara diketahui bahwa akumulasi penghematan yang didapat pemerintah dari konversi minyak tanah ke LPG setelah dikurangi biaya konversi sejak tahun 2007 sampai April 2011 lalu mencapai Rp 33 triliun.

Penghematan subsidi pun mencapai Rp 45,3 triliun selama hampir 4 tahun konversi minyak tanah ke LPG. Program pengalihan mitan (minyak tanah) ke LPG merupakan salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga tercapainya ketahanan energi nasional.

SUMBER :
http://m.forum.detik.com/showthread.php?p=13378651

Suku Maya dan Piramidanya

Terkuak, Rahasia Makam Kuno Suku Maya Di balik makam kuno Suku Maya

Elin Yunita Kristanti | Sabtu, 25 Juni 2011, 17:52 WIB

VIVAnews - Apa isi sebuah makam kuno Suku Maya yang tertutup selama 1.500 tahun, akhirnya terkuak. Meski para peneliti tak bisa masuk ke dalamnya, dari celah yang besarnya tak seberapa, 15 x 15 sentimeter, kamera kecil dimasukkan --dan mengungkap rahasia di dalamnya.

Makam tersebut berada di Palenque --sebuah komplek reruntuhan di negara bagian Chiapas, Meksiko.

Menurut National Institute of Anthropology and History (INAH), sejatinya makam tersebut ditemukan pada 1999 --berada di bawah sebuah bangunan yang dinamakan Kuil XX.

Namun, apa daya, para peneliti tak bisa masuk. Sebab, piramida yang ada di atas kamar makam tidak stabil. Tindakan nekat menerobos ke makam tersebut, dikhawatirkan justru akan merusak mural yang ada di dalamnya.

Kamera mengungkap, makam tersebut berbentuk kamar-kamar dicat merah darah, didekorasi dengan lukisan sembilan figur berwarna hitam. Ada tembikar, potongan batu giok, dan kerang. Lantai makam tampak ditutupi debu-debu hasil pelapukan batu selama ribuan tahun.

Lalu di mana jasad  yang dikubur? Meski tertutup debu, arkeolog Martha Cuevas menduga, giok dan kerang yang ditemukan di dalam makam bisa jadi bagian dari kostum jenazah.

Para peneliti berharap, temuan ini bisa menyingkap kehidupan awal penguasa Maya. Untuk diketahui, bangsa Maya yang maju diduga kuat membangun kuil di atas makam pendahulu mereka. "Ini memandu kami ke sebuah pemahaman, bahwa Acropolis Selatan digunakan sebagai pemakaman kerajaan saat itu," kata Cuevas.

Sementara itu, ahli epigrafi Maya dari University of Texas, Austin menduga itu adalah makam penguasa Palenque, seorang perempuan bernama Ix Yohl Ik'nal --dugaan ini berdasarkan identitas leluhur yang dilukis di dinding. "Penguasa perempuan disebutkan dalam sejumlah teks sejarah dalam situs itu." (Sumber: Foxnews, LiveScience l art)

http://us.wap.vivanews.com/news/read/229220-terkuak--rahasia-makam-kuno-suku-maya

Warteg dan Konversi Gas

Enaknya Pakai Tabung Gas 3 Kg
MEDIA INDONESIA ::⁠ 09 Juni 2011

DI balik kisah ledakan tabung gas yang selama ini kerap diberitakan, sebagian masyarakat tetap menganggap program konversi minyak tanah ke tabung gas elpiji 3 kg telah membawa manfaat.

Khususnya bagi masyarakat yang suka memasak dan pemilik warung makan skala kecil, tabung elpiji 3 kg dirasakan memberi banyak kepraktisan dan keefisienan. Mereka menilai konversi ke elpiji terlambat dilakukan.

"Konversi minyak tanah ke elpiji seharusnya dilakukan sejak lama karena sebenarnya elpiji lebih memiliki banyak manfaat daripada minyak tanah," kata Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni saat menjadi pembicara dalam seminar Rekam Jejak Perjalanan Program Konversi Minyak Tanah-elpiji Menuju Ketahanan Energi Nasional, di Jakarta, Selasa (7/6). Alasannya sederhana.

Salah satunya, kata Mukroni, memasak dengan elpiji tidak membuat makanan menjadi bau, seperti halnya bila memasak dengan minyak tanah. Tidak cuma itu, pemakaian elpiji menurut dia bisa membuat hubungan keluarga dan suami istri menjadi lebih harmonis. Loh?

"Iya, karena anak-anak yang bantu jualan sekarang bersih-bersih, bisa berhias, tidak lagi megang minyak. Suami istri juga harmonis, jadi lebih mesra karena rumahnya tidak bau lagi," ucap Mukroni yang langsung disambut gelak tawa peserta seminar.

Dari sisi bisnis, terutama bagi pengusaha warteg, program konversi juga ikut mengurangi ongkos operasional warung. Mukroni memberi ilustrasi, dulu sehari ia butuh 6 liter minyak tanah untuk memasak. Bila harga 1 liter minyak Rp6.000, ia akan mengeluarkan biaya Rp36.000.

"Bandingkan dengan harga tabung elpiji 3 kg yang sekitar Rpl3.000-Rpl8.000 ribu. Kitabisa menghemat hampir separuhnya," ujarnya.

Curahan hati Mukroni itu langsung disambut senyum Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo.

Menurutnya, program konversi minyak tanah ke elpiji tidak cuma memberi manfaat kepada masyarakat, tapi juga bagi penghematananggaran dan subsidi negara. Ia menjelaskan, akumulasi penghematan yang didapat pemerintah dari program konversi ini-setelah dikurangi biaya konversi- sejak 2007 hingga April 2011 lalu mencapai Rp33 triliun. "Penghematan subsidi pun Rp45,3 triliun selama hampir empat tahun konversi," kata Saryono. (Marchelo/E-2)
(dibaca: 41 kali)
Sumber :
http://www.migas.esdm.go.id/tracking/berita-kemigasan/detil/259995/Enaknya-Pakai-Tabung-Gas-3-Kg

Komunitas Warteg Keluhkan Kenaikan Elpiji ke Senayan

Pertamina Ngaku Rugi Dari Penjualan Gas 12 Kg

Kamis, 23 Juni 2011 , 01:13:00 WIB

RMOL.Rencana kenaikan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg) dinilai membebani pengusaha kecil. Sebab itu, Komunitas Warung Tegal (Warteg) secara tegas menolak.

Penolakan rencana kenaikan harga elpiji tersebut disampaikan Ketua Komunitas Warteg Ka­li­matun Sawa Mukroni saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panja Konversi Minyak Tanah ke Gas di DPR, kemarin.

“Saat ini ada 30.000 pengusa­ha warteg dan 10 persennya su­dah menggunakan elpiji 12 kg. Jika harga elpiji itu dinaikkan akan mengurangi pendapatan kami,” keluhnya.

Saat ini, pihaknya berharap pe­merintah bisa memberikan subsidi atau membuat tabung khusus ukuran elpiji 12 kg khusus buat pedagang kecil. Pasalnya, elpiji ukuran 3 kg dinilai cepat habis.

Anggota Panja Konversi Mi­nyak Tanah ke Gas Heriyanto meminta Pertamina tidak terlalu cepat mengambil kebijakan me­naikkan harga elpiji 12 kg se­belum dilakukan pengkajian akibat kenaikan itu.

“Pertamina juga harus mem­perhitungkan dampak kenaikan itu bagi pengusaha yang sekarang menggunakan elpiji 12 kg,” te­gas anggota Komisi VII DPR itu.

Politisi Partai Demokrat ini me­nilai, kenaikan elpiji 12 kg akan membebani pengguna ru­mahan. Jangan sampai ketika di­naikkan para pengguna malah ber­alih ke elpiji 3 kg yang akan se­ma­kin membebani anggaran subsidi.

Di tempat terpisah, Ke­men­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih belum menyetujui rencana kenaikan harga elpiji 12 kg dan 15 kg yang diusulkan Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan, pihaknya merasa khawatir jika kenaikan harga elpiji 12 kg dilakukan ka­rena akan menciptakan dis­pa­ritas harga yang tinggi antara el­piji 3 kg dan elpiji 12 kg.

“Memang sudah ada surat yang masuk ke kami, tapi kami belum putuskan karena khawatir dis­pa­ritas harga elpiji subsidi dan non subsidi semakin lebar,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Evita mengatakan, berapa pun kenaikan harga elpiji non subsidi akan sangat berpenga­ruh pada disparitas harga. Oleh karena itu, setiap usalan kenaik­an harga ha­rus dipertimbangkan dan dijajaki terlebih dahulu.

Vice President Corporate Com­munication PT Pertamina M Harun mengatakan, usulan ke­naikan elpiji 12 kg dan 50 kg merupakan bentuk win-win so­lution antara Pertamina dengan ka­langan industri.

“Kita ingin berbagi peran de­ngan mereka. Kita bisa pas­tikan kalau suplai gas kita ke industri lancar, tapi kita juga harus di­ban­tu agar harga kita se­suai dengan harga keekonomian, jadi kita tidak rugi terus-terusan,” ujarnya.

Meski begitu, kata Harun, pi­haknya terus melakukan per­hi­tungan terhadap rencana ke­naikan elpiji 12 kg, 50 kg dan in­dustri. Pertamina juga tetap me­ngedepankan agar kenaikan ter­sebut tidak memberatkan pe­laku usaha termasuk industri.

Menurut Harun, dasar usulan kenaikan ini juga tidak terlepas dari upaya menambah jangkau­an suplai elpiji kepada industri. Se­lama ini, permintaan industri di­tahan men­jadi 900.000 ton dari permintaan sesungguhnya 1,1 juta ton.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo me­ng­­ungkapkan, dalam satu bulan pi­haknya mengalami ke­rugian se­besar Rp 300 miliar dari pen­jua­lan elpiji 12 kg.

Pada kuartal I-2011, kerugian mencapai Rp 1 triliun, sedangkan hingga April 2011 kerugian ber­tambah menjadi Rp 1,3 triliun.

Djaelani mengatakan, kerugi­an Pertamina sejak April 2011 te­lah mencapai 57,5 persen. Di­per­kirakan kerugian bisa mencapai Rp 2,25 triliun. Kerugian yang dialami Pertamina dikarenakan konsumen untuk elpiji 12 kg terus meningkat.

“Banyak konsumen yang lebih nyaman menggunakan elpiji 12 kg dibandingkan elpiji 3 kg dan harganya tidak terlalu mahal,” jelas  Djaelani.

Sebelumnya, kenaikan elpiji 50 kg dijadwalkan akan berlaku ak­hir Juni 2011, sementara elpiji 12 kg akan menyusul. [rm]

Sumber: http://m.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=30897

Daerah terpencil masih dapat jatah minyak tanah

Oleh Bisnis, Jun 7, 2011

JAKARTA : Pemerintah memastikan tetap akan menyediakan minyak tanah bersubsidi untuk wilayah Indonesia Timur terutama di daerah terpencil, mengingat keterbatasan infrastruktur penyediaan gas elpoji 3 kilogram di wilayah itu.

Direktur Hilir Migas pada Ditjen Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwijoyo mengatakan dari program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg, pemerintah menargetkan adanya pengurangan konsumsi minyak tanah dari yang sebelumnya 9,9 juta KL menjadi 2 juta KL.

Jumlah minyak tanah sebesar 2 juta KL tersebut akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah di wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Untuk Indonesia Timur akan tetap dipertimbangkan program konversi untuk kota-kota besarnya seperti Ambon dan Sorong. Kalau yang agak remote itu pembangunan infrastrukturnya agak sulit, jadi mungkin itu akan tetap diberi minyak tanah bersubsidi yang besarnya sekitar 2 juta KL atau 2,1 juta KL,” ujarnya dalam Seminar Nasional Konversi Minyak Tanah ke LPG hari ini.

Sejak program konversi digulirkan pada 2007, pemerintah menargetkan pendistribusian paket perdana tabung gas 3 kg sebanyak 42 juta.

Namun seiring dengan pertumbuhan penduduk, sekarang target itu menjadi 52,9 juta paket yang diperkirakan selesai pada 2011-2012. Hingga akhir April 2011, paket yang sudah didistribusikan sekitar 49 juta.

“Rencananya 52,9 juta, mudah-mudahan itu tercapai. Target pendistribusian selesai pada 2011 atau 2012 awal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Warteg Kalimatun Sawa Mukroni mengatakan program konversi ini sangat bermanfaat bagi kalangan pengusaha warteg dan pedagang makanan lokal lainnya. Komunitas Warteg Kalimatun Sawa mewadahi sekitar 25.000 pengusaha warteg dan penjual makanan seperti empek-empek, bubur ayam dan pecel lele di wilayah Jabodetabek. (arh)

Sumber: http://www.bisnis-jatim.com/?p=13093

Asosiasi Warteg Minta Harga Elpiji 12 Kg Tidak Naik

Rabu, 22 Juni 2011 - 14:11 wib

Muhammad Rifai - Okezone

JAKARTA – Asosiasi warung Tegal (warteg) mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) yang sedang direncanakan tidak dibebankan kepada mereka, walau pun penggunaan gas tersebut untuk industri.

Ketua Asosiasi Warteg Mukroni mengatakan untuk elpiji 12 kg kalau bisa tidak dinaikan, malah kalau perlu disubsidi. "Hanya untuk pengusaha warteg saja," ujarnya saat rapat dengan Anggota Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Jika memang kenaikan itu dirasa perlu, pihaknya mengembalikan kepada pemerintah, "Selama ini para pengusaha warteg juga banyak yang menggunakan ukuran 3 kg," ujarnya.

"Selama isi tabung itu pas takarannya, kita masih bisa untung. Tapi, kalau tabung itu ukurannya sudah disunat ya kita jadi rugi," tegasnya.

Mukroni mengakui, penghasilan dari usaha warteg perharinya bisa mencapai Rp500 ribu, sedangkan untuk usaha warteg yang bagus, bisa sepuluh kali lipatnya. "Namun, kalau yang sudah bagus pemasukannya bisa mencapai Rp5 juta," tutupnya.
(and)

Sumber : http://m.okezone.com/read/2011/06/22/320/471358

Sabtu, 25 Juni 2011

Piramida dan Ratu Kutil Mesir

Ditemukan 17 Piramida yang Hilang di Mesir

Piramida tersebut ditemukan oleh pencitraan infra merah yang dilakukan dari satelit di luar angkasa. Dari pencitraan, diketahui terdapat berbagai material di bawah permukaan tanah.

Muhammad Firman | Kamis, 26 Mei 2011, 15:16 WIB

VIVAnews - Dari survey satelit terbaru yang dilakukan di Mesir, ditemukan 17 piramida yang hilang serta lebih dari 1.000 makam serta 3.000 peninggalan kuno.

Dikutip dari laporan BBC, 26 Mei 2011, survey dilakukan menggunakan pencitraan infra merah dari satelit untuk mendeteksi bangunan di bawah tanah. Penelitian sendiri dilakukan di sebuah laboratorium yang didukung oleh NASA di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat.

Penelitian memanfaatkan satelit yang berada di jarak 700 kilometer dari permukaan Bumi yang dilengkapi kamera yang mampu menunjukkan secara tepat objek di bumi dengan ukuran kurang dari 1 meter. Citra infra merah itu kemudian mendapati berbagai material berbeda yang ada di bawah permukaan.

“Menemukan dan menggali piramida merupakan mimpi dari setiap arkeolog,” kata Sarah Parcak, ketua tim peneliti tersebut pada BBC.

Di saat yang sama, dikutip dari laporan Associated Press, pemerintah Mesir kembali membuka kuburan tujuh orang, termasuk mereka yang melayani raja Tuankhamen bagi turis setelah makam tersebut selesai dipugar.

Mesir berharap bahwa kuburan di New Kingdom Cemetery, South Saqqara akan mengundang turis untuk datang ke kawasan tersebut. Seperti diketahui, industri pariwisata mesir sangat terpukul akibat revolusi dan ketidakpastian kondisi politik yang terjadi.

Sebagai bukti, menurut laporan, jumlah turis yang hadir ke negeri itu turun 46 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Kembali ke penemuan 17 piramida yang hilang, sebagai tindak lanjut dari penemuan tersebut, Parcak dan sekelompok tim peneliti lain akan melakukan investigasi terhadap temuan awal itu dan akan dipublikasikan pada 30 Mei 2011 mendatang.

http://us.wap.vivanews.com/news/read/222809-ditemukan-17-piramida-yang-hilang-di-mesir

Ratu Mesir yang Jelita Kutilan?

Indra Darmawan | Kamis, 24 Maret 2011, 13:29 WIB

VIVAnews - Selama ini sejarah mencatat bahwa , Ratu Tiye merupakan seorang ratu yang kecantikannya begitu melegenda.

Ratu Tiye adalah istri dari Raja Firaun Amenhotep III, pemimpin matriarkat keluarga Amarna yang menurunkan begitu banyak keluarga kerajaan Mesir Kuno. Anaknya adalah Firaun Akhenaten dan cucunya adalah Raja Tutankhamun - Firaun sangat dikenal dan populer di dunia modern.

Tiye yang hidup pada tahun 1415-1340 SM itu merupakan wanita yang paling berpengaruh di masanya. Amenhotep III begitu memujanya. Patung-patung Tiye digambarkan sejajar dengan patung raja.

Ini merupakan sebuah pencapaian di masa itu dan menunjukkan betapa besar cinta sang raja kepadanya. Bahkan Amenhotep III mendirikan begitu banyak tempat suci, istana, kuil di Nubia, bahkan danau buatan yang monumental, untuk istrinya itu.

Amenhotep II menggambarkan istrinya itu sebagai, "wanita yang anggun, penuh dengan cinta, yang mengisi istana dengan kecantikannya, Bupati wilayah Utara dan Selatan, Istri dari Raja yang begitu mencintainya."

Namun, baru-baru ini ternyata para ilmuwan menemukan sebuah bejolan kecil seperti kutil di tubuh mumi Ratu Tiye. "Kami agak terkejut dengan adanya kutil di tubuh seorang ratu Mesir seperti dia," ujar Mercedes González, Direktur Instituto de Estudios Cientificos en Momias Madrid kepada Discovery News.

Menurut González, terdapat semacam kulit tumbuh atau kutil di dahi sang Ratu, di antara dua mata. Kutil ini, kata González timbul akibat virus papilloma (HPV), dan biasanya tumbuh pada wajah, leher, atau bagian belakang tangan.

Namun, González mengatakan, selama ini kutil itu tak pernah dijumpai di mumi-mumi Mesir lainnya. Sementara itu, Kepala Swiss Mummy Project and Center for Evolutionary Medicine pada University of Zurich, Frank Rühli, mengatakan bahwa ini adalah temuan yang 'menantang'.

"Bisa saja memang kutil, tapi kita belum bisa memastikan. Bisa saja itu sebuah tumor fibroid atau fibroma. Akan sangat menarik bila kita bisa mengambil sampelnya untuk histology (ilmu jaringan tubuh) dan DNA," kata Rühli.

Namun, Profesor Egyptology dari American University of Cairo, Salima Ikram, lebih berhati-hati dalam menanggapi temuan ini.

"Saya menyebut mumi ini sebagai mumi yang diperkirakan sebagai Ratu Tiye, karena masih diperdebatkan. Dan saya pikir, kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa itu adalah tahi lalat yang kemudian menjadi lebih rata akibat proses mumifikasi," kata Ikram. (sj)

http://us.wap.vivanews.com/news/read/211184-ratu-mesir-yang-jelita-ternyata-kutilan-

Ternyata Benar Pernyataan Netanyahu: Al-Qur’an Tidak Pernah Menyebut Yerusalem

TITIK-TITIK LOKASI RADIUS LINGKARAN 3 KITAB DITURUNKAN

3 KITAB TURUN DI LOKASI RADIUS LINGKARAN 3 KITAB DITURUNKAN


1 KITAB ZABUR TURUN DIMANA ?
DAUD ALAIHI SALAM ADALAH PENERIMA ZABUR
AL QUR'AN TIDAK MENYEBUT ZABUR TURUN DI KOTA YERUSALEM PALESTINA

Netanyahu: Al-Qur’an Tidak Pernah Menyebut Yerusalem (Negeri Daud)
1. Karena Tidak ada satupun ayat yang menyebut Daud Alaihi Salam Penerima Zabur bermukim di Palestina.
2. Bahkan Prof.   menyatakan Yeruslaem yang ada di Negeri Palestina yang sekarang dikuasai Israel adalah Palsu (ATLANTIS - The Lost Continent Finally Found)
3. Al Qur'an kitab yang membenarkan dan merivisi kitab-kitab sebelumnya yang sudah diubah oleh tangan-tangan manusia baik tentang sejarah dan lainnya

Posted by konspirasi • 20/05/2010 • ⁠Printer-friendly

Konspirasi.com, - Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu kembali mengeluarkan statemen kontroversial dan menyulut amarah dunia Islam. Beberapa hari lalu, Netanyahu mengatakan bahwa Yerusalem adalah "Yahudi Banget" dan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Dikatakan Netanyahu, yang melandaskan pernyataannya pada kitab suci Taurat, Yerusalem yang populer di dunia Arab dengan sebutan Al-Quds juga sama sekali tidak pernah disebutkan dalam kitab suci Al-Qur'an.

PM yang berasal dari sayap kanan konservatif Israel itu juga menyebutkan jika Yerusalem, yang dalam bahasa Ibrani populer dengan sebutan Zion, telah disebutkan sebanyak 850 kali dalam Kitab Perjanjian Lama atau Taurat.

Ditambahkannya, Yerusalem adalah kota Yahudi dan akan menjadi ibu kota Negara Yahudi Israel.

Kota Yerusalem jatuh dari pihak kerajaan Yordania ke tangah Israel pada perang enam enam hari di tahun 1967 silam. Dalam perang tersebut, Israel dikeroyok oleh beberapa negara Arab (Mesir, Suriah, Lebanon, dan Yordania) yang dikepalai oleh Mesir. Sayangnya, dalam perang singkat tersebut, pihak Arab mengalami kekalahan.

Akibat kekalahan tersebut, negara-negara Arab itu pun kehilangan beberapa bagian wilayahnya yang jatuh ke Israel. Mesir kehilangan wilayah Sinai dan Gaza, Yordania kehilangan Yerusalem dan Tepi Barat, Suriah kehilangan Dataran Tinggi Gilan, dan Lebanon kehilangan wilayah Janub (Selatan).

sumber: eramuslim

Sumber : http://konspirasi.com/peristiwa/netanyahu-al-quran-tidak-pernah-menyebut-yerusalem/

Jumat, 03 Juni 2011

BETULKAH NEGERI INI DISEBUT DALAM AL-QUR'AN DISEBUT NEGERI SABA YANG SEBELAH KANAN DAN KIRI ADALAH HUTAN ?

Alih Fungsi Hutan di Indonesia Capai 3,2 Juta Ha Per Tahun

Jum'at, 03 Juni 2011 , 21:18:00 WIB

Laporan: Soemitro

RMOL. Kondisi hutan di wilayah Indonesia mengalami laju deforestasi (alih fungsi hutan) yang sangat mengkhawatirkan setiap tahunnya. Tekanan pembangunan menjadi penyebab utama perubahan alih fungsi lahan tersebut.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, saat membuka Seminar Kajian Lingkungan di Area Parkir Timur Senayan, Jumat (3/6) siang, mengungkapkan, berdasarkan data statistik kehutanan pada tahun 2008 ada 7 pulau besar yang mengalami alih fungsi lahan maupun peruntukkannya mencapai 1,09 hektar per tahun.

Data pulau yang diperoleh periode 2000-2005 itu adalah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa, Bali dan Propinsi Nusa Tenggara. Adapun angka deforestasi hutan di dalam dan diluar kawasan hutan periode 2003-2006 sebesar 1,17 juta hektar per tahun.

"Perubahan fungsi kawasan hutan paling besar, mencapai 3,2 juta hektar per tahun," ungkapnya.

Pembangunan permukiman, pariwisata, pertambangan, dan perkebunan dinilai dapat memberikan pendapatan yang lebih besar. Meski dalam prosesnya kerap bermasalah, dari tumpang-tindih perizinan, dampak kerusakan lingkungan hidup, hingga menabrak kawasan konservasi.[arp]

Sumber :
http://m.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=29078

Pemerintah Harus Tegas Tindak Alih Fungsi

Jum'at, 03 Juni 2011 , 20:00:00 WIB

Laporan: Soemitro

RMOL. Roh UU 32 Tahun 2009 mengenai Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah menjamin dan memastikan pelaksanaan paradigma berkelanjutan. Dengan kata lain, mimpi dari diterbitkannya Undang-undang tersebut adalah menjamin perekonomian, kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjamin lingkungan hidup.

Jadi jika ada alih fungsi lingkungan berlebihan, maka pemerintah harus menindak dengan tegas.

"Kapal ada tonasenya, kalau sampai melebihi daya tampung pasti akan tenggelam. Itu yang berlaku bagi lingkungan hidup, kalau sampai alih fungsi berlebihan rusaklah lingkungan hidup kita," tegas mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sony Keraf dalam Seminar Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Area Parkir Timur Senayan, Jumat (3/6) siang.

Kawasan hutan, kata dia, mempunyai fungsi yang sangat komprehensif bagi keberlangsungan hidup manusia. Bukan hanya fungsi ekonomis melalui kayu dan non kayunya, melainkan juga fungsi hidrologi, kesehatan, kebudayaan, sosial.

Terkait itu pula, Sony Keraf meminta pemerintah pusat aktif turun lapangan untuk mengontrol kawasan hutan yang ada. Yakni dengan tegas melarang adanya alih fungsi yang indikasinya melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup melalui UU Nomor 32 Tahun 2009.[arp]

Sumber :
http://m.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=29074